Friday, November 23, 2012

Oasis Lounge, Changi Airport - Singapore

Changi Airport, Terminal 1 pukul 00.45 dini hari. Saya dan pacar saya, Risty masih punya waktu kurang lebih sepuluh jam sebelum penerbangan ke Hong Kong yang dijadwalkan pukul 11.00 pagi.

Apa yang kami lakukan? Menginap di hotel transit? Dengan dana terbatas, menginap di hotel transit bukanlah sebuah pilihan bijaksana. Menginap gratis di bandara adalah pilihan terbaik. Sekarang rencananya adalah mencari tempat untuk meluruskan badan yang paling nyaman, dan tentunya tidak dipungut biaya.

Setelah celingukan dan berputar-putar di Terminal 1 kami tidak menemukan tempat yang ideal. Akhirnya kami memutuskan untuk pindah ke Terminal 2 dengan harapan menemukan ruang tunggu yang nyaman dan juga dengan pertimbangan agar lebih dekat dengan counter check-in penerbangan ke Hong Kong.

Dengan menggunakan skytrain, kami berpindah ke Terminal 2. Meskipun sudah lewat tengah malam, namun masih banyak orang-orang yang berkeliaran di sana. Suasananya masih cukup ramai. Masih banyak petugas bandara yang berpatroli. Petugas pusat informasi pun masih duduk manis di kursinya. Risty kemudian menghampirnya dan menayakan dimana kami bisa tidur dan beristirahat. “Go to Oasis Lounge right over there near the E gates.” Petugas itu menjawab sambil menunjukan arah kemana kami harus pergi.

Kami kemudian tiba di Oasis Lounge. Tempat yang sepertinya memang khusus disediakan untuk para penumpang pesawat transit yang harus menunggu cukup lama sebelum jadwal penerbangan selanjutnya.

Tempat ini cukup luas dan nyaman. Seluruh ruangan ini beralaskan karpet. Di tengah lounge ada dua buah monitor komputer yang bisa digunakan untuk akses internet gratis. Di sebelah kanan lounge, ada sebuah ruang tunggu kecil lengkap dengan monitor televisi, mirip bioskop mini.

Di sebelah kiri lounge tersedia banyak bangku-bangku panjang yang bisa digunakan untuk tidur. Bangku ini cukup nyaman, ada senderan untuk punggung dan kepala, tapi sayangnya bagian untuk kakinya agak meliuk-liuk sehingga kaki tidak bisa diluruskan dengan maksimal.

Hal itu cukup mengganggu saya untuk bisa tidur dengan nyenyak. Hal lain yang cukup mengganggu tidur saya adalah suara televisi yang cukup keras dan suhu AC yang sangat dingin, membuat saya seperti berada di dalam kulkas.

Saya pun akhirnya memilih menggelar sleeping bag di karpet, masuk kedalamya, menutup kuping saya dengan earphone dan membungkus badan saya dengan jaket. Kaki pun lurus, suhu dingin mulai teredam dan suara televisi tak terdengar lagi.

Namun terlepas dari segala kekurangannya, Oasis Lounge adalah ruang tunggu bebas biaya terbaik yang pernah saya temui. Dengan segala fasilitasnya, Oasis Lounge adalah pilihan terbaik bagi penumpang transit dan siapapun yang butuh istirahat untuk menuggu penerbangan di Changi Airport.

Oasis Lounge






No comments:

Post a Comment